SEKOLAH STIR MOBIL BHAKTI PUTERA BASORI — Sebagai salah satu negara paling padat penduduk, jalanan di Indonesia juga terkenal sangat ramai dengan kendaraan. Angka kecelakaan lalu linta di Indonesia cukup tinggi, salah satunya diakibatkan oleh kondisi pengendara yang mabuk.

Kasus kecelakaan di jalan raya tercatat selalu meningkat setiap tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sejak 2009 angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia terus bertambah. Mulai dari angka 62.960 kasus kecelakaan hingga 117.949 kasus pada 2012. Faktor manusia menjadi penyebab terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain karena lalai, tidak tertib, tidak terampil, ngebut, mengantuk, termasuk mabuk. Yang mengejutkan, berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, kecelakaan lalu lintas akibat mabuk, jumlahnya meningkat hingga 790% dari tahun 2009 hingga 2010.

Artinya, semakin banyak pengemudi yang masih nekat berkendara meski dalam kondisi setengah sadar. Padahal, dalam berkendara di jalan raya pengemudi harus berada dalam keadaan sehat. Selain itu, pengemudi bebas dari pengaruh hal-hal yang memabukkan seperti alkohol dan narkotika. Sebab, dampak dari kecelakaan cukup fatal dan bisa memakan korban jiwa. Pada tahun 2010, kasus kecelakaan merenggut 31.186 jiwa. Sementara, pada tahun 2011 kasus kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi mabuk mencapai 4.744 kasus.

Bukan hanya korban manusia, kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian materi yang sangat besar. Maka, Kepolisian Republik Indonesia mencanangkan akan menurunkan angka kecelakaan hingga 50% dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan target yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas melalui program Decade of Action for Road Safety 2011-2020.

Nah, untuk menurunkan tingkat kecelakaan di Indonesia yang disebabkan oleh mabuk dalam berkedara, POLRI mencanangkan berbagai perbaikan regulasi berkendara. Contohnya, penyempurnaan sistem perjanjian mengemudi untuk seluruh pengemudi di Indonesia dan meningkatkan pendidikan lalu lintas sejak dini. Dengan dukungan yang diberikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, POLRI berusaha untuk menurunkannya serta menyelamatkan jiwa masyarakat Indonesia.

Namun, upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran dari setiap pengendara. Sebab, sebetulnya kesadaran itu yang paling penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Jika semua pengendara memiliki kesadaran yang sama untuk tidak berkendara ketika mabuk, maka kecelakaan tidak perlu terjadi dan korban tak harus berjatuhan.

Jadi, mulailah melakukan langkah sederhana untuk mencegah petaka, yaitu jangan berkendara ketika mabuk.

Category